Help With ActionAkun TerverifikasiHari ini, masyarakat Palestina sedang menghadapi salah satu masa paling sulit dalam hidup mereka. Gencatan senjata memang sudah berjalan sejak akhir 2025, tapi bagi warga Gaza, penderitaan belum benar-benar usai — salah satunya soal air bersih. Lebih dari 70 sumur di Kota Gaza saja rusak akibat serangan yang berkepanjangan, dan lebih dari 85% infrastruktur air serta sanitasi masih belum berfungsi normal.

Anak-anak terpaksa berjalan berkilo-kilo meter demi menampung air hujan atau air yang jelas-jelas belum layak minum. Bantuan tangki air datang, tapi begitu tangkinya kosong, mereka kembali ke titik nol — antre lagi, jalan jauh lagi, dan tetap berisiko sakit karena air yang tercemar.
Daripada menunggu proyek pengeboran sumur baru yang alat beratnya sering tertahan masuk Gaza, mitra lapangan kami memilih jalan yang lebih cepat dan realistis: memulihkan sumur-sumur yang sudah ada tapi rusak akibat perang, melengkapinya dengan mesin desalinasi (karena air tanah di sana bercampur air laut) dan panel surya (agar tidak bergantung pasokan listrik yang bisa diputus kapan saja), lalu membuka aksesnya gratis untuk warga sekitar lewat dispenser umum.

Satu titik sumur yang berhasil dipulihkan bisa melayani ribuan warga setiap hari — bukan sekali distribusi, tapi setiap hari, selama sumur itu terus berfungsi. Rasulullah ﷺ bersabda, ketika ditanya sedekah apa yang paling utama: "Sedekah berupa air minum." (HR. An-Nasa'i) Selama air dari sumur ini terus mengalir dan dimanfaatkan saudara kita di Gaza, insya Allah pahalanya pun terus mengalir untuk Sahabat yang berwakaf — bahkan bisa diniatkan atas nama orang tua yang telah wafat.
Salurkan wakafmu sekarang. Karena setiap rupiah yang kamu titipkan, insya Allah menjadi air yang terus mengalir untuk mereka yang kehilangan segalanya.